Selamat Datang di Website Resmi Polres Wonogiri
  • -4590px;">

  • Selamat datang di website resmi Kepolisian Resor Wonogiri Jawa Tengah. Dalam menghadapi era globalisasi saat ini, kami menghadirkan website ini sebagai salah satu sarana komunikasi antara pihak kepolisian dan masyarakat.

    Kami berharap dengan adanyanya website ini komunikasi yang telah terjalin antara masyarakat dan pihak kepolisian selama ini semakin meningkat.







     

    Berita Kepolisian

    APEL GELAR PASUKAN SATGAS PROGRAM 100 HARI PRIORITAS KAPOLRI DAN PROGRAM QUICK WINS

    29/04/2015

     PADA HARI RABU 29 APRIL 2015 PUKUL 07.30 S/D 09.15 WIB DI HALAMAN DEPAN MAPOLRES WONOGIRI

    KAPOLRES MEMIMPIN APEL GELAR PASUKAN SATGAS PROGRAM 100 HARI PRIORITAS KAPOLRI DAN PROGRAM QUICK WINS

    ADAPUN RESPON DARI KAPOLRES WONOGIRI AKBP WINDRAW PANGGABEAN SIK DALAM MENJALANKAN PROGRAM 100 HARI KAPOLRI BARU DAN QUICK WINS DIPOLRES WONOGIRI TELAH MEMBENTUK SATGAS SATGAS KHUSUS SBB :

    1.       SATGAS RAWAN KAMTIBMAS DIJABAT KASAT LANTAS

    2.       SATGAS BRANTAS PREMANISME DAN KEJAHATAN JALANAN DIJABAT KASAT SABHARA

    3.       SATGAS BASMI NARKOBA DAN PERJUDIAN DIJABAT KASAT NARKOBA

    4.       SATGAS BRANTAS KORUPSI DIJABAT KBO RESKRIM

    5.       SATGAS SIKAT ILEGAL FISING DIJABAT KANIT TIPITER

    6.       SATGAS TUMPAS TERORISME DIJABAT KASAT RESKRIM

    7.       SATGAS POLRI BERSIH DIJABAT KASI PROPAM

    DALAM PENYAMPAIAN ARAHAN TERSEBUT KAPOLRES JUGA MENYIAGAKAN SEMUA PERSONIL AGAR WASPADA DLM MENGHADAPI HARI BURUH PADA 1 MEI BESOK  



    » selengkapnya

    POLRES GELAR OPERASI BEGAL

    11/03/2015

    WONOGIRI — Razia tim gabungan Polres Wonogiri di Terminal Krisak, Desa Singodutan, Kecamatan Selogiri, Wonogiri, Senin (9/3/2015) malam tak membuahkan hasil. Dari puluhan kendaraan yang diperiksa, polisi tidak menemukan senjata tajam maupun barang yang diduga hasil kejahatan.

     

    Satu pengemudi mobil yang kedapatan membawa dua pelat nomor diperiksa sekitar 20 menit namun dilepaskan setelah menunjukkan surat mutasi kendaraan. Sekitar pukul 20.05 WIB, razia dihentikan karena hujan deras.

    Kapolres Wonogiri, AKBP Windro Akbar Panggabean, di sela-sela razia menyatakan, razia melibatkan personal satuan intelkam, reskrim, sabhara, dan satlantas. “Razia tim gabungan dimaksudkan untuk mengantisipasi aksi begal di Wonogiri walau selama ini aksi begal tidak ada. Jalur sepi yang dicurigai menjadi sasaran pelaku pembegalan dijadikan jalur prioritas tim satgassus anti begal yang melakukan patroli.”

    Kapolres mengatakan, pihaknya membentuk dua tim satgassus terbagi atas satgassus anti begal preventif dan satgassus represif. “Razia malam ini salah satu tugas tim satgassus represif. Pengendara atau pengemudi yang dicurigai bertindak kejahatan langsung diamankan untuk diperiksa. Prioritas razia adalah pemeriksaan barang bawaan dan identitas. Razia malam ini berbeda dengan razia satlantas.”

    Lebih lanjut, Kapolres menyatakan, tim satgassus terdiri atas personel sabhara dan bimas. Sedangkan tim satgassus anti begal yang represif beranggotakan satuan intelkam, reskrim dan satlantas. “Ke-25 polsek di Wonogiri meningkatkan razia semenjak perintah antisipasi begal. Wilayah perbatasan Wonogiri menjadi titik prioritas tempat razia untuk mengantisipasi pelaku tindak kriminalitas lintas provinsi.”

    Menurutnya, mayoritas begal bergerak lintasprovinsi sehingga perlu dicegah. “Polisi tidak ingin kondusifitas Wonogiri terusik oleh ulah begal. Tindak kejahatan curas dan curat di Wonogiri harus diminimalisasi. Termasuk berkembangnya paham ISIS di. Tim satgassus represif dilengkapi dengan senpi untuk melumpuhkan pelaku.”

    Kabagops Polres Wonogiri, Kompol Jaka Wibawa mengatakan, 35 personel dikerahkan dalam razia gabungan. “Kegiatan razia rutin dilakukan namun dengan maraknya aksi begal maka ditingkatkan lagi.”



    » selengkapnya

    Mengaku Polisi, Warga Jatisobo Karanganyar Ditangkap

    04/02/2015

    WONOGIRI - Hendriyanto, 35, warga Desa Jatisobo, Kabupaten Karanganyar, ditangkap aparat Polres Wonogiri lantaran menakut-nakuti orang dengan mengaku anggota Polwil Surakarta dan menodongkan pistol airsoft guns.
     

    Tersangka ditangkap 16 Januari lalu bersama barang bukti pistol airsoft guns nomor MB 654 K kaliber 4,5 milimeter, sebuah HP, uang tunai Rp1 juta, tas tempat pistol, dan satu botol berisi peluru gotri.

    Kapolres Wonogiri, AKBP Windro Akbar Panggabean, di ruang utama Polres Wonogiri, Rabu (28/1/2015), mengatakan penangkapan tersangka hasil kerja sama antara polisi dengan masyarakat.

    Menurut dia, kecurigaan muncul dari Kades Sambirejo, Kecamatan Jatisrono, Maryadi, lantaran tersangka meminta uang kepada salah satu warga. Maryadi pun melaporkan hal itu ke polisi.

    “Tersangka mengaku anggota Polwi Surakarta meminta uang senilai Rp50 juta. Selain meminta uang tersangka dikabarkan menodongkan pistol ke salah satu warga Sambirejo yang bernama Sakri,” ujar Maryadi seperti ditirukan Kapolres.

    Kapolres yang didampingi Kasubag Humas, AKP Kukuh Wiyono, dan Kaurbinops Reskrim Iptu Kusnanto menuturkan hasil pemeriksaan terhadap tersangka terungkap Sakri dekat dengan Narsi yang diduga wanita simpanan tersangka.

    “Tersangka diduga cemburu. Tersangka menodongkan pistol airsoft guns dan meminta uang senilai Rp50 juta kepada korban Sakri. Sakri mendatangi rumah Kades Sambirejo untuk meminta pertimbangan terkait permintaan uang,” kata dia.

    Kapolres menyatakan, korban dan tersangka saling tawar-menawar soal uang damai. Tersangka menurunkan tuntutannya menjadi Rp17,5 juta. Oleh korban Sakri disanggupi membayar Rp1 juta.

    “Berbarengan dengan pemberian uang senilai Rp1 juta, anggota reskrim Polres Wonogiri dan Polsek Jatisrono menangkap tersangka,” kata dia.

    Sementara tersangka Hendriyanto menyatakan membeli pistol airsoft guns senilai Rp2 juta secara online. Hendriyanto menjelaskan sempat menyiram korban Sakri dengan air dari botol mineral. Tindakannya dimaksudkan agar korban takut dan menuruti permintaannya.



    » selengkapnya